RADAR POS, AMBON - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon EXPO 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama dua hari dipelataran Gedung DPRD, Kamis (03/09/2026) malam. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Selama pelaksanaan EXPO, perputaran uang dari aktivitas transaksi para pelaku UMKM dilaporkan telah mencapai Rp320 juta. Nilai tersebut bahkan diperkirakan masih akan terus bertambah.

Ketua DPRD Kota Ambon, Morits L. Tamaela, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu faktor utama suksesnya pelaksanaan DPRD Kota Ambon EXPO tahun ini.

Menurutnya, berdasarkan data transaksi hingga Kamis sore, perputaran ekonomi telah mencapai ratusan juta rupiah.

"Perputaran uang sampai pukul lima sore sudah mencapai Rp320 juta. Kami memperkirakan nilainya masih bisa meningkat hingga sekitar Rp400 juta," ucap Ketua DPRD.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari anggota DPRD, jajaran Sekretariat DPRD, sponsor, pelaku UMKM hingga masyarakat Kota Ambon.

Penutupan DPRD Kota Ambon EXPO berlangsung meriah dengan berbagai hiburan dan pembagian Doorprize kepada masyarakat yang hadir. Pembagian hadiah tersebut turut menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk datang ke lokasi sekaligus menikmati serta membeli berbagai produk lokal yang dipasarkan para pelaku UMKM.

Meski kegiatan EXPO secara resmi telah ditutup, DPRD Kota Ambon masih memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk tetap berjualan hingga, Jumat (04/09/2026).

Kesempatan tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Ambon dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon.

Tamaela menjelaskan, DPRD Kota Ambon sengaja memberikan ruang khusus kepada UMKM karena pada agenda paripurna istimewa tahun ini tidak akan dilaksanakan kegiatan makan patita maupun jamuan seperti biasanya.

Sebagai gantinya, para tamu undangan akan diberikan kesempatan untuk menikmati sekaligus membeli berbagai produk yang disediakan oleh pelaku UMKM.

"Kami memberikan tempat khusus kepada UMKM sampai besok. Harapannya, para tamu undangan dapat bersama-sama menikmati dan mendukung produk-produk lokal," ujar Ketua DPRD.

Tidak hanya berbicara mengenai pengembangan UMKM, Tamaela juga mengungkapkan rencana besar untuk menjadikan Gedung DPRD Kota Ambon sebagai "Rumah Rakyat".

Konsep tersebut direncanakan mulai diterapkan pada tahun 2027 dengan membuka sejumlah ruang dilingkungan Gedung DPRD untuk dimanfaatkan masyarakat.

Ruangan tersebut nantinya dapat digunakan untuk kegiatan musyawarah warga, aktivitas komunitas, pertunjukan kesenian hingga berbagai kegiatan sosial masyarakat.

Selain itu, kawasan dibagian depan Gedung DPRD juga direncanakan akan dikembangkan menjadi ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan oleh publik.

"Minimal setiap akhir pekan, baik Jumat, Sabtu maupun Minggu, masyarakat dapat menggunakan lokasi ini untuk kegiatan kesenian ataupun rapat dan kegiatan lainnya," jelas Ketua DPRD.

Menurutnya, gagasan tersebut merupakan bagian dari upaya DPRD Kota Ambon untuk menghapus jarak antara wakil rakyat dan masyarakat.

Ia berharap masyarakat tidak merasa sungkan untuk datang dan memanfaatkan fasilitas yang nantinya disediakan dilingkungan DPRD Kota.

"Kami ingin lebih dekat dengan rakyat dan tidak ada lagi sekat. Masyarakat tidak boleh merasa canggung dengan kami, karena pada dasarnya kami juga berasal dari rakyat," tegas Ketua DPRD.

Dipenghujung kegiatan, Tamaela mengajak seluruh masyarakat Kota Ambon untuk terus berpartisipasi dan memeriahkan berbagai rangkaian kegiatan dalam menyambut HUT ke-451 Kota Ambon.

DPRD Ambon Expo 2026 pun diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi mampu terus berkembang sebagai wadah promosi produk lokal, penguatan ekonomi kreatif, serta ruang pertemuan antara masyarakat dan para wakil rakyat. (MRP.ID)

0 Comments:

Posting Komentar

 
Radar Pos © 2015. All Rights Reserved.
Top