RADAR POS, MASOHI - Upaya penyelesaian persoalan melalui dialog kembali ditempuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tengah (Malteng) menyusul penutupan akses Jalan Lintas Seram oleh warga Samasuru, Kecamatan Teluk Elpaputih, Senin (14/09/2026).

Wakil Bupati (Wabup) Malteng, Mario Lawalata, ST bersama Perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, Melkias Mozes Lohy, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Malteng, Herry Man C Haurissa, Kapolres Malteng, AKBP Widy Irawan, S.I.K., serta sejumlah Anggota DPRD Malteng serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemkab Malteng turun langsung menemui dan berdialog dengan masyarakat Samasuru.

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi pemerintah dan masyarakat untuk menyampaikan pandangan sekaligus mendengarkan aspirasi yang berkembang ditengah warga. Dialog diarahkan untuk mencari solusi bersama dengan mengedepankan komunikasi, ketenangan, serta kepentingan masyarakat luas.

Setelah proses dialog dan penyampaian aspirasi berlangsung, akses Jalan Lintas Seram yang sebelumnya ditutup warga akhirnya kembali dibuka.

Dibukanya kembali akses tersebut membuat mobilitas kendaraan dan aktivitas masyarakat dijalur utama Pulau Seram dapat kembali berjalan.

Wabup Malteng, Mario Lawalata dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya penyelesaian setiap persoalan melalui komunikasi dan dialog, sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

"Pentingnya dialog guna menjaga ketenangan dan mencari solusi bersama," ucap Lawalata.

Pemerintah, lanjutnya, tetap membuka ruang komunikasi dengan masyarakat agar berbagai aspirasi dapat disampaikan dan dicarikan jalan keluar secara bersama-sama.

Mewakili Pemkab Malteng, Mario Lawalata, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Samasuru yang telah membuka kembali akses jalan setelah berlangsungnya dialog bersama pemerintah dan unsur terkait

Sementara itu, Pemprov yang diwakilkan Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata, Melkias Mozes Lohy, mengatakan tuntutan masyarakat Samasuru akan disampaikan kepada Gubernur dan selalu anak negeri dirinya akan berjuang bersama dengan masyarakat.

"Hari ini kami telah menerima tuntutan yang disampaikan masyarakat samasuru kepada Pemprov Maluku dan Pemkab Malteng," ujar Lohy.

Untuk itu, saya berharap perjuangan kita hari ini untuk menghadirkan sebuah negeri yang harus menjadi perjuangan kita selaku anak Negeri Samasuru Amalatu.

Kepentingan masyarakat secara luas harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, setiap persoalan yang muncul ditengah masyarakat perlu disikapi secara bijak dan diselesaikan melalui mekanisme komunikasi yang konstruktif. (RPF)

0 Comments:

Posting Komentar

 
Radar Pos © 2015. All Rights Reserved.
Top