RADAR POS, MASOHI - Tak bisa dipungkiri Kota Masohi kini mulai dikenal luas diseantero Bumi Raja-raja, bahkan hingga ke luar Maluku.

Sekilas jika dibandingkan belasan tahun lalu, Perubahan Wajah Kota Kabupaten Malteng yang dikenal dengan nama Pamahanunusa itu, kini dibanggakan Warganya. 

Bagaimana tidak, ketika memasuki Usia Ke-66 tahun pada, Jumat (03/11/2023) Kota yang diletakan Batu Alas Pembagunannya oleh Proklamator Republik Indonesia (RI), Ir. Soekarno Sang Putra Fajar, kini dipuja dan dikagumi. Iya memang, Masohi kini tampil Menawan, Pesonanya pun mengagumkan.

Penikmat Keindahan Memuji Kota Kabupaten tertua di Maluku itu, bak seorang Lelaki Memuja Wanita Cantik. Fakta itu Terungkap Nyata, ketika kini memasuki Usia Senja. Laman, Facebook hingga sejumlah Media Sosial (Medsos) lainnya mencatat tingginya Ucapan Selamat Jejak Tangan Sang Putra Fajar itu.

Keindahan Kota Kabupaten yang dibangun diatas Lahan 600 hektare, milik Masyarakat Adat, Inta Lourima, kini memukau mata. Beberapa sudut Kota tampak Indah dengan sejumlah Ruang Publik. Icon Kota pun Tercatat bukan cuma satu. Dulang Patita, Baileo Ir. Soekarno, Rawa Kodok, hingga Tugu Dahan Sagu, adalah Aksesoris Kecantikannya. Menariknya Aksesoris itu bahkan dibangun penuh makna dan arti. 

Kota Tua yang berubah Indah dan mengagumkan itu, bukan tanpa sebab, bukan lahir begitu saja. Masohi Bangkit dan Berbenah dimasa Seorang Pemimpin yang Berkomitmen tinggi.

Dalam kurun Waktu singkat, lebih kurang 10 tahun, dia mampu Menata Jejak tangan Sang Putra Fajar, hingga membangun Monumennya tepat dijantung Kota Negeri Pamahanunusa. 

Megahnya Monumen, Putra Fajar, Ir. Soekarno adalah Bukti dari Kebesaran Hati Seorang Pemimpin yang menghargai Napak Tilas Sejarah Kota yang dibangun dari Hutan Belukar, dari Tanah yang Bertuan, dari Keinginan para Latupati dari Semangat dan Mimpi Pendahulu yang ingin Maluku Damai dan kembali kepelukan Ibu Pertiwi. Ya, dialah Pemimpin Sejati bernama Hi. Tuasikal Abua, SH. 

Lepas dari Berbagai Spekulasi Negatif dari Berbagai Intrik Politik serta berbagai Penilaian Buruk Lawan Politik, Tuasikal Abua memang punya Komitmen Tinggi dalam dua Periode Kepemimpinannya, Abua mampu Membangun dan Menata Jejak Tangan Sang Putra Fajar yang Terlupakan itu. 

Fakta ini diakui semua Warga Masohi saat ini. Jejak tangan Ir. Soekarno dan Kerelaan Hati para Latupati saat itu, tidak Bangkit begitu saja jika bukan karena Komitmen Bupati Ke-9, Maluku Tengah, Tuasikal Abua. Napak Tilas ini adalah Bukti Komitmen dan Kebesaran Hati serta Jiwa Bupati Tuasikal Abua untuk Membangun dan Menata serta Mengakui Jejak Tangan Sang Putra Fajar, Proklamator Bangsa Indonesia, Ir. Soekarno. (RPF)

0 Comments:

Posting Komentar

 
Radar Pos © 2015. All Rights Reserved.
Top