RADAR POS, AMBON - Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Ambon angkat bicara terkait isu yang menyudutkan Walikota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si atas tudingan kedekatan dengan sejumlah organisasi kepemudaan Islam demi kepentingan politik. Sekretaris Umum PC IMM Kota Ambon, Muttaqien Heluth pada, Selasa (16/09/2026). Menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan cenderung mengaburkan fakta sebenarnya.
"Publik harus hati-hati dengan framing yang beredar. Selama ini, kami melihat Walikota Bodewin Wattimena (BW) justru memberi ruang yang sama kepada seluruh elemen OKP, termasuk IMM. Menyebut adanya agenda terselubung adalah narasi yang tidak memiliki bukti kuat, hanya upaya melemahkan kepercayaan publik," kata Muttaqien.
Menurutnya, bantuan dana hibah bagi organisasi kepemudaan adalah hak yang diatur dalam mekanisme resmi pemerintah daerah. Hibah tersebut bukan alat politik, melainkan bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas generasi muda di Kota Ambon.
"Kalau ada yang menuding hibah hanya untuk menjinakkan kritik, itu jelas berlebihan. Faktanya, IMM tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah, dan BW tidak pernah menutup ruang dialog," tegas Muttaqien.
Muttaqien juga menyoroti isu diskriminasi pasca bencana di Batu Merah dan Hunuth. Ia menilai isu itu dipelintir untuk kepentingan politik tertentu.
"Bencana selalu jadi perhatian pemerintah, dan penanganannya punya skala prioritas. Tidak ada istilah pilih kasih. Justru dimasa kepemimpinan BW, koordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan bencana lebih cepat dibanding sebelumnya," jelas Muttaqien.
Lebih jauh, IMM Kota Ambon menilai framing yang menyebutkan BW menggunakan jaringan organisasi tertentu untuk pencitraan hanyalah upaya mendeligitimasi kinerja nyata dilapangan.
"Kami tidak menutup mata, ada kekurangan disana-sini. Tapi menyebut seolah seluruh kebijakan BW hanya untuk kelompok tertentu, itu tidak benar. Kebijakan beliau jelas menyasar kepentingan masyarakat luas, tidak sebatas basis politik," ujar Muttaqien.
Ia menambahkan, IMM tetap memegang prinsip amar ma’ruf nahi munkar, mendukung kebijakan yang berpihak pada rakyat, sekaligus mengkritisi bila ada penyimpangan.
"Namun, menyerang pribadi BW dengan tuduhan agenda terselubung sama saja menyesatkan opini publik. IMM berdiri pada garis objektivitas, bukan framing kepentingan politik sesaat," demikian Muttaqien. (team)
0 Comments:
Posting Komentar