RADAR POS, AMBON - Peluang inovasi ekonomi kreatif bagi pemuda menjadi sorotan utama dalam kegiatan bertema “Manifestasi GMNI sebagai Student Movement, Jemput Indonesia Emas 2045”. Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota DPRD Provinsi Maluku dari PDI Perjuangan, Yan Zamora Noach, yang akrab disapa Pak Yani, sebagai pemateri Kamis (12/02/2025). Bertempat di aula Gedung Hindu Center Ambon.

Dalam pemaparannya, Yani menegaskan bahwa makna “manifestasi” adalah proses mewujudkan ide, gagasan, pikiran, dan perasaan menjadi tindakan nyata. Ia mendorong GMNI sebagai gerakan mahasiswa untuk tidak hanya berdiskusi pada tataran ideologis, tetapi juga mengambil peran konkret dalam menggerakkan ekonomi sebagai bagian dari upaya menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Indonesia Emas 2045 adalah visi besar bangsa saat 100 tahun kemerdekaan, dengan cita-cita menjadi negara berdaulat, adil, dan makmur. Kemakmuran itu digambarkan dengan peningkatan pendapatan per kapita yang signifikan. Untuk mencapainya, pemuda harus menjadi pelopor,” ujar Noach.

Ia menjelaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 sejalan dengan konsep Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Menurutnya, pemikiran Bung Karno tersebut tetap relevan dan menjadi fondasi pembangunan bangsa hingga saat ini.

Dalam sesi motivasi, Yani menekankan bahwa peluang selalu terbuka bagi generasi muda yang berani keluar dari zona nyaman. Ia mencontohkan tokoh dunia seperti Bill Gates yang mendirikan Microsoft di usia muda, serta pengusaha nasional Bob Sadino yang memulai usaha dari nol dengan keberanian dan ketekunan.

“Peluang tidak datang kepada mereka yang menunggu di zona nyaman, tetapi kepada mereka yang berani menerjang dan memulai. Sekecil apa pun usaha, kita adalah bosnya,” tegasnya.

Ia memaparkan bahwa ekonomi kreatif merupakan sistem ekonomi berbasis ide, kreativitas, inovasi, dan talenta manusia untuk menciptakan nilai tambah. Ciri utamanya adalah kreativitas, inovasi, dan penemuan baru yang terus berkembang mengikuti dinamika pasar.

Beberapa sektor yang dinilai potensial bagi pemuda Maluku antara lain pertanian dan perikanan berbasis inovasi seperti urban farming, hidroponik, dan aquaponik, pengolahan pangan lokal, kuliner khas daerah, hingga pengembangan produk turunan seperti madu dengan cita rasa khas, olahan rumput laut, dan embal dengan varian rasa baru.

Selain sektor konvensional, peluang juga terbuka di bidang digital seperti pengembangan aplikasi, animasi, fotografi, videografi, musik digital, serta startup berbasis teknologi. Pemuda juga didorong memanfaatkan bahan daur ulang dan memadukan budaya lokal dengan teknologi modern untuk meningkatkan daya saing produk.

Menurut Noach, pemuda memiliki keunggulan fisik, intelektual, keberanian mengambil risiko, serta jaringan sosial yang luas. Namun, untuk sukses dalam wirausaha, diperlukan mental mandiri, kreatif, inovatif, pantang menyerah, serta kemampuan beradaptasi cepat terhadap perubahan.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun jaringan bisnis, memanfaatkan media sosial untuk promosi, memiliki rencana bisnis yang matang, serta menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak.

Terkait permodalan, Noach menyebutkan berbagai sumber yang dapat diakses, mulai dari modal pribadi, patungan, kerja sama swasta, kredit usaha rakyat (KUR) di perbankan, hingga dukungan dari kementerian seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta bantuan hibah pemerintah daerah.

“Jangan menunggu sempurna baru memulai. Mulai dulu dengan apa yang ada. Kalau sudah berjalan, dukungan akan mengikuti,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, GMNI diharapkan tidak hanya menjadi organisasi pergerakan mahasiswa secara ideologis, tetapi juga motor penggerak ekonomi kreatif yang mampu berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan makmur pada 2045. (MRP.ID)
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

0 Comments:

Posting Komentar

 
Radar Pos © 2015. All Rights Reserved.
Top