RADAR POS, TNS - Perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 di Kecamatan Teon Nila Serua (TNS), Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), menjadi momentum penting untuk merefleksikan arah dan masa depan pendidikan Indonesia. Upacara bendera yang digelar, Sabtu (02/05/2026), diwarnai dengan pembacaan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) yang disampaikan oleh Camat TNS, Ronald Wonmaly.
Dalam pidato tersebut ditegaskan, bahwa pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia yang dilaksanakan dengan ketulusan, kasih sayang, dan pembinaan berkelanjutan.
"Nilai-nilai dasar pendidikan yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara kembali diangkat sebagai fondasi, yakni konsep "Asah, Asih, dan Asuh" dalam membentuk karakter dan kecerdasan peserta didik," ucapnya.
Pendidikan juga disebut sebagai pilar utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar tahun 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Pemerintah, dibawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, menempatkan sektor pendidikan sebagai kunci membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul demi mewujudkan Indonesia yang maju dan bermartabat.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas nasional.
"Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menitikberatkan pada pemahaman yang komprehensif dan pengembangan potensi siswa secara optimal," ungkapnya.
Untuk mendukung implementasi tersebut, pemerintah menetapkan sejumlah kebijakan strategis. Diantaranya adalah program pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran. Hingga 2025, lebih dari 16 ribu sekolah telah direvitalisasi, sementara ratusan ribu satuan pendidikan telah memanfaatkan papan interaktif digital guna menunjang proses belajar mengajar.
Selain itu, perhatian besar juga diberikan pada peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru. Pemerintah menyediakan beasiswa bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik, serta menggelar berbagai pelatihan seperti pembelajaran mendalam, bimbingan konseling, hingga teknologi kecerdasan artifisial.
"Tunjangan sertifikasi guru pun kini disalurkan secara langsung setiap bulan, termasuk pemberian insentif bagi guru honorer," ujarnya.
Tak hanya fokus pada aspek akademik, penguatan karakter siswa juga menjadi prioritas. Sekolah didorong menjadi lingkungan yang aman, sehat, dan inklusif, sejalan dengan konsep budaya Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI). Upaya ini mencakup pencegahan perundungan dan kekerasan, serta penerapan program pembiasaan positif bagi peserta didik.
Melalui momentum Hardiknas tahun 2026 ini, pemerintah mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik.
"Pendidikan tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat demi menciptakan generasi masa depan yang tangguh dan berdaya saing," pungkasnya. (PATEK)
0 Comments:
Posting Komentar