RADAR POS, AMBON - Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena, resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Ambon Tahun 2027. Kamis (09/04/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kamari Hotel ini menjadi titik awal dalam merumuskan arah pembangunan kota kedepan.

Dalam sambutannya, Walikota menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum penting yang menentukan kualitas kebijakan pembangunan. Ia menilai, proses perencanaan yang matang akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program pemerintah di tahun mendatang.

"Musrenbang menjadi fondasi utama dalam menyusun langkah strategis pembangunan. Dari sinilah kita menentukan masa depan Kota Ambon," ucap Wattimena.

Walikota, juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah. Pertumbuhan ekonomi Kota Ambon pada 2025 tercatat sebesar 4,87,%. Disisi lain, angka kemiskinan mengalami penurunan dari 5,13% menjadi 4,34%. Peningkatan juga terlihat pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang naik menjadi 83,97, menunjukkan kemajuan disektor pendidikan dan kesehatan.

Meski demikian, Bodewin mengingatkan bahwa tantangan masih cukup besar. Salah satunya adalah kondisi masyarakat rentan yang masih berada diambang garis kemiskinan. Selain itu, keterbatasan anggaran daerah akibat ruang fiskal yang semakin sempit menjadi perhatian serius pemerintah.

"Kita harus berani keluar dari pola lama. Dibutuhkan inovasi serta kerjasama dengan berbagai pihak agar pembangunan tetap berjalan optimal," tegas Wattimena.

Dirinya, mendorong pemanfaatan skema kerjasama dengan pihak ketiga, termasuk investasi, sebagai alternatif pembiayaan pembangunan tanpa terlalu membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dalam penyusunan RKPD tahun 2027, Pemerintah Kota (Pemkot) menetapkan sejumlah fokus utama, diantaranya: Penentuan program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat, penguatan inovasi dalam pelaksanaan program, serta peningkatan kolaborasi lintas sektor.

Selain itu, perhatian juga akan diarahkan pada pengembangan ekonomi lokal, peningkatan peluang kerja melalui investasi, penguatan sektor Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM), serta peningkatan akses layanan pendidikan dan kesehatan. Pemerintah juga memastikan inklusivitas dengan memberi perhatian khusus kepada penyandang disabilitas.

Sementara itu, panitia pelaksana melaporkan bahwa Musrenbang diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Pemerintah Desa (PemDes) dan kelurahan, akademisi, hingga perwakilan masyarakat.

Forum ini merupakan bagian dari tahapan perencanaan yang telah diawali dengan konsultasi publik dan forum lintas perangkat daerah. Musrenbang dijadwalkan berlangsung selama dua hari dengan agenda pembahasan materi strategis, diskusi, hingga penetapan program prioritas.

Diakhir kegiatan, Bodewin mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif dalam menghasilkan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

"Dengan sinergi dan kerja bersama, kita yakin Ambon dapat terus berkembang menjadi kota yang maju, inklusif, dan berkelanjutan," demikian Wattimena. (MRP.ID)

0 Comments:

Posting Komentar

 
Radar Pos © 2015. All Rights Reserved.
Top