RADAR POS, AMBON - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus memperkuat langkah transformasi digital sebagai strategi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Fokus ini diarahkan pada pengembangan disektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pariwisata yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo-Sandi) Kota Ambon, Ronald H. Lekransy, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital harus menjadi fondasi dalam pembangunan ekonomi modern. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Coffee Morning Bahas Gagasan dan Rencana Aksi (BAGARA) bersama Bank Indonesia (BI) di Ambon, Rabu (08/04/2026).
Menurutnya, penguatan ekonomi digital membutuhkan dukungan data yang akurat, termasuk indeks digitalisasi daerah. Data ini mencakup penggunaan sistem pembayaran digital (Smart Payment) hingga aktivitas perdagangan melalui platform e-commerce.
"Keberadaan data yang lengkap akan mempermudah pemerintah dalam merumuskan kebijakan serta mempercepat perencanaan pembangunan ekonomi digital yang lebih terarah," kata Lekransy
Ia mengungkapkan, tren digitalisasi di Kota Ambon menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hal ini tercermin dari peningkatan indeks smart city yang terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir, menandakan kesiapan kota dalam mengadopsi teknologi.
Lanjut ditambahkan, pertumbuhan ekonomi yang terjadi harus mampu dirasakan langsung oleh masyarakat. Indikatornya antara lain penurunan angka kemiskinan, terbukanya lapangan kerja, serta meningkatnya daya beli masyarakat.
"Pertumbuhan ekonomi di Ambon berada pada jalur positif dan mulai memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan warga," ucap Lekransy.
Kondisi tersebut juga berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Ambon yang kini berada pada kisaran angka 80-an, mencerminkan kualitas hidup masyarakat yang semakin membaik.
Dalam mendorong sumber pertumbuhan baru, pemerintah menaruh perhatian pada sektor ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis digital. Pembangunan pusat-pusat ekonomi kreatif dan ruang publik pun didorong sebagai wadah aktivitas produktif masyarakat.
Namun demikian, Kadis juga mengingatkan, bahwa pengembangan UMKM tidak boleh hanya berfokus pada kuantitas. Ia menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar pelaku usaha dapat bertahan dan berkembang.
"Dukungan modal harus diimbangi dengan pembinaan yang tepat, sehingga benar-benar digunakan untuk pengembangan usaha, bukan untuk kebutuhan konsumtif," ujar Lekransy.
Dirinya, juga mendorong kolaborasi yang lebih intens dengan BI untuk memperluas literasi digital bagi pelaku usaha, khususnya yang belum tersentuh teknologi.
Disektor pariwisata, potensi wisata bahari di Ambon dinilai sangat menjanjikan. Namun, pengelolaan lingkungan, terutama persoalan sampah, masih menjadi tantangan yang perlu segera diatasi secara serius.
Melalui sinergi lintas sektor, Pemkot Ambon optimistis transformasi digital dapat berjalan seiring dengan penguatan disektor riil, guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (MRP)
0 Comments:
Posting Komentar