RADAR POS, AMBON - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kembali menegaskan keseriusannya dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dengan memperkuat peran Satuan Tugas Pengendalian Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (PPTSL). Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya ancaman terhadap keanekaragaman hayati diwilayah Maluku akibat aktivitas ilegal.
Komitmen tersebut disampaikan Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat membuka kegiatan peningkatan kapasitas Satgas PPTSL yang berlangsung di Zest Hotel, Kota Ambon, Selasa (05/05/2026).
Dalam penyampaiannya, Walikota menyoroti kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) Maluku yang melimpah, mulai dari flora, fauna hingga ekosistem laut yang memiliki nilai penting baik secara ekologis maupun ekonomi. Namun, ia mengingatkan bahwa potensi tersebut bisa terancam jika tidak dikelola dengan prinsip keberlanjutan.
"Berbagai praktik ilegal masih menjadi tantangan serius, seperti Destructive Fishing, penggunaan bahan peledak di laut, hingga perdagangan satwa liar yang kian marak. Aktivitas tersebut dinilai berdampak besar terhadap kerusakan lingkungan, termasuk terumbu karang dan keseimbangan ekosistem," ucap Wattimena.
Walikota, juga menyinggung penurunan populasi satwa endemik, khususnya burung paruh bengkok seperti kakatua dan nuri, yang kini semakin sulit ditemukan akibat perburuan dan perdagangan ilegal.
"Berdasarkan data dalam beberapa tahun terakhir, tercatat ratusan kasus pelanggaran terkait peredaran satwa liar berhasil diungkap, dengan puluhan ribu satwa diamankan dari berbagai upaya penyelundupan," ujar Wattimena.
Sebagai wilayah strategis, kota Ambon dinilai rawan dimanfaatkan sebagai jalur distribusi ilegal, baik melalui pelabuhan maupun bandara. Oleh karena itu, keberadaan Satgas PPTSL diharapkan mampu memperkuat pengawasan serta penindakan terhadap pelanggaran yang terjadi.
Walikota, menegaskan bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Diperlukan sinergi lintas sektor, mulai dari aparat penegak hukum hingga partisipasi aktif masyarakat.
"Menjaga keanekaragaman hayati adalah tanggungjawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa memastikan kelestarian alam tetap terjaga demi masa depan generasi berikutnya," demikian Wattimena. (MRP.ID)
0 Comments:
Posting Komentar