foto dokumentasi

RADAR POS, MASOHI - Masyarakat Negeri Wahai, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), dibuat resah dengan kondisi proyek rehabilitasi Gedung Siwa Lima yang hingga kini belum juga rampung. Padahal, proyek yang direncanakan menjadi Sanggar Seni dan taman tersebut disebut telah menghabiskan anggaran hampir Rp400 juta dari pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggaran proyek tersebut dicairkan sepenuhnya dalam dua tahap, yakni pada Tahun Anggaran (TA) 2024 dan 2025. Namun, kondisi bangunan dilapangan terlihat belum selesai dan terkesan terbengkalai.

Salah satu anggota Saniri Negeri Wahai yang enggan namanya dipublikasikan mengungkapkan, Penjabat Negeri Wahai FB disebut telah menyerahkan seluruh pengelolaan anggaran proyek kepada Kaur Pembangunan ZK untuk menyelesaikan pekerjaan rehabilitasi gedung tersebut.

"Anggarannya sudah dicairkan 100 persen, tetapi sampai sekarang pekerjaan belum juga selesai. Masyarakat mempertanyakan kejelasan proyek ini," ungkap sumber tersebut.

foto dokumentasi

Ia menambahkan, proyek yang semestinya menjadi fasilitas seni dan ruang publik bagi masyarakat itu justru memunculkan tanda tanya besar karena progres pembangunan tidak terlihat signifikan.

Ketua Saniri Negeri Wahai, lanjutnya, bahkan telah melakukan pengawasan serta memberikan teguran kepada pihak yang bertanggungjawab agar segera menyelesaikan pekerjaan. Namun hingga kini, proyek rehabilitasi Gedung Siwa Lima masih belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.

Kondisi tersebut memicu keresahan warga yang meminta adanya transparansi dalam pengelolaan anggaran desa, sekaligus penjelasan resmi terkait mangkraknya proyek yang dibiayai menggunakan dana publik tersebut. (TIM)

0 Comments:

Posting Komentar

 
Radar Pos © 2015. All Rights Reserved.
Top