RADAR POS, MEDAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kembali menorehkan prestasi ditingkat nasional setelah berhasil meraih nilai 3,6 dalam Evaluasi Implementasi Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2025. Capaian tersebut menempatkan Ambon sebagai salah satu dari 10 ibu kota provinsi yang menjadi objek evaluasi nasional oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menyebut hasil tersebut menjadi bukti bahwa langkah transformasi digital yang dijalankan pemerintah daerah mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.

Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan sekadar pencapaian angka, tetapi menunjukkan bahwa pembangunan berbasis teknologi yang diterapkan Pemkot Ambon berjalan ke arah yang tepat. Ia menilai, kolaborasi seluruh perangkat daerah serta dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong terwujudnya kota yang lebih modern, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Evaluasi Smart City 2025 dilakukan terhadap 10 ibu kota provinsi dengan mengacu pada enam dimensi utama, yakni Smart Governance, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, Smart Environment, dan Smart Branding. Dari hasil penilaian, Ambon memperoleh nilai Baseline 3,8, Output 3,18, Outcome 3,33, Impact 3,94, Quick Wins 4, serta Emerging Technology 4, sehingga menghasilkan nilai akhir 3,6.

Sejumlah inovasi yang telah diterapkan Pemkot Ambon turut menjadi perhatian tim evaluator. Diantaranya pengoperasian Pusat Kendali Kota berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), layanan darurat Call Center 112, serta program WAJAR (Walikota Jumpa Rakyat) yang dinilai mampu memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Selain itu, status Ambon sebagai Kota Musik Dunia yang ditetapkan UNESCO juga menjadi salah satu keunggulan dalam pengembangan konsep kota cerdas. Identitas tersebut dipadukan dengan pelaksanaan Rencana Induk Smart City 2025 - 2029 sebagai arah pembangunan kota yang lebih inovatif dan berdaya saing.

Pemerintah juga mencatat berbagai indikator pembangunan daerah menunjukkan tren positif. Tingkat kemiskinan mengalami penurunan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada pada kategori sangat tinggi, layanan kesehatan semakin terdigitalisasi melalui sistem e-Puskesmas yang telah terintegrasi dengan platform SATUSEHAT, serta pengelolaan lingkungan terus diperkuat melalui berbagai inovasi.

Meski demikian, Wattimena mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Berbagai rekomendasi dari tim asesor, seperti peningkatan pengelolaan sampah, penguatan tata kelola keuangan daerah, integrasi sistem digital, hingga pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) akan menjadi prioritas pemerintah dalam beberapa tahun kedepan.

Pemkot Ambon juga berkomitmen mempercepat pembangunan sistem Satu Data Ambon guna mengintegrasikan seluruh layanan pemerintahan dalam satu platform berbasis data. Disisi lain, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan akan terus diperluas untuk mendukung pelayanan publik, sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga mitigasi bencana.

Untuk mendukung percepatan transformasi digital, pemerintah daerah akan memperkuat kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Pattimura (Unpatti), dalam menyiapkan SDM yang memiliki kompetensi dibidang teknologi informasi.

Dengan capaian tersebut, Pemkot Ambon optimistis dapat terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan berbasis digital sekaligus mewujudkan kota yang cerdas, inklusif, kreatif, serta mampu bersaing ditingkat nasional maupun internasional. (MRP)
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

0 Comments:

Posting Komentar

 
Radar Pos © 2015. All Rights Reserved.
Top