RADAR POS, MASOHI - Pemancangan Tiang Alif Masjid An-Nasar Dusun, Lohi Negeri Sepa, Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) penuh haru. Isak Tangis Warga Ikut pecah saat Prosesi Pemasangan Tiang Alif.

Pemancangan Tiang Alif, yang berlangsung pada, Minggu (22/01/2023), pagi waktu setempat. Ratusan Masyarakat baik Tua, Muda sampai ke Anak-anak Dusun Lohi Negeri Sepa terlihat sangat Antusias mengikuti Proses Pemancangan Tiang Alif Mesjid An-Nasar.

Prosesi Pemancangan "Tiang Alif" Masjid An-Nasar Berlangsung Khikmat dan khusyuk.

Doa serta Kalimat-kalimat Pujian kepada Allah SWT, sang Pencipta terus disuarakan oleh Masyarakat Dusun Lohi suasana bertambah Syahdu dan Khikmat saat Prosesi Pemancangan "Tiang Alif" yang ditandai dengan Kumandang Adzan.

Masyarakat yang hadir tak dapat menyembunyikan Rasa Haru menyadari Tiang Alif kembali tegak berdiri diatas Masjid. Kalimat Tahlil dan Syahadat terus berkumandang dengan Syahdu.

Sebelum Pemancangan, Puluhan Pemuda dari Negeri Sepa menjemput Tiang Alif di Rumah Imam Masjid dengan Tarian Hadrat untuk dibawa ke Titik Pancangan.

Dengan berpakaian serba Putih, Tiang Alif digotong Sembilan Orang Pemuda Dusun Lohi yang 90 Persen Warganya berasal dari Kei Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) itu.

Lantunan Sholawat Badriyah pun mengiringi langkah kaki Sembilan Orang Pemuda yang membawa Tiang Alif menaiki Anak Tangga hingga keatas Kubah Masjid.

Adapun Sembilan Pemuda yang ditugaskan membawa Tiang Sakral dari Bangunan Masjid itu melambangkan Sembilan Orang Wali (Wali Songo) yang dalam Kisahnya telah membawa Risalah Agama ke Tanah Melayu hingga Bumi Maluku ini.

"Jadi tadi Sembilan Orang yang membawa Tiang Alif itu maksudnya gambaran dari Sembilan Wali yang menyiarkan Agama sampai ke Maluku," kata Umar Fakaubun.

Lanjut, usai Lantunan Sholawat, Gema Adzan dikumandangkan sang Mu'adzin sebagai tanda Tiang Alif segera ditancapkan.

Setelah itu, Imam Masjid An-Nasar Dusun Lohi, M. Fadhl Yeubun menancapkan Tiang Sakral itu pada tempatnya dan dilanjutkan dengan Doa.

Untuk diketahui, Masjid An-Nasar dibangun sekitar Tahun 1970-an oleh sejumlah Warga dari Suku Kei-Maluku Tenggara yang saat itu datang dan mendiami kawasan setempat.

Kemudian setelah mengalami beberapa kali Renovasi barulah di Tahun 2016 Masjid tersebut dibongkar total dan dibangun Bangunan yang baru seperti saat ini.

Namun demikian Bangunan dengan Luas sekitar 12 Persegi itu belum Rampung dikerjakan. Masih ada beberapa bagian Masjid yang belum usai dikerjakan, sehingga masih dibutuhkan Dana untuk Perampungan.

Sampai hari ini juga seperti yang bisa dilihat masih ada beberapa bagian Masjid yang belum selesai dikerjakan karena masih Kekurangan Dana.

"Kami berharap, para Dewan yang memiliki Kelebihan Harta maupun Warga pada umumnya untuk mengamalkan sedikit Rezeki yang dimiliki untuk membantu Pembangunan Masjid kami," tutup Umar Fakaubun.

Dalam Prosesi tersebut Turut dihadiri: Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Maluku, Anggota DPRD Kabupaten Malteng, Para Ketua Kampung, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Imam-imam, dari Sejumlah Masjid sekitar dan Badan Sya'ra bersama Pemerintah Desa (Pemdes) setempat dan sejumlah Masyarakat baik dari Dusun Lohi dan Desa-desa sekitar. (RPF)

0 Comments:

Posting Komentar

 
Radar Pos © 2015. All Rights Reserved.
Top