RADAR POS, AMBON - Aksi bentrokan antar kelompok pemuda kembali terjadi di Desa Danar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra). Insiden yang berlangsung sejak Kamis malam hingga Jumat (27/03/2026), dini hari itu sempat memicu ketegangan, bahkan menimbulkan korban jiwa dan kerusakan sejumlah rumah warga.

Kepolisian Daerah (Polda) Maluku melalui Bidang Humas membenarkan peristiwa tersebut. Aparat Polres Malra bersama personel Brimob langsung dikerahkan ke lokasi untuk meredam konflik yang sempat memanas.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi S.I.K, menjelaskan bahwa penanganan dilakukan secara cepat dibawah komando Kapolres Malra, AKBP Rian Suhendi. Kehadiran aparat berhasil menekan eskalasi sehingga kondisi kini berangsur kondusif.

Menurutnya, bentrokan dipicu oleh kesalah pahaman antar pemuda yang kemudian berkembang menjadi aksi saling serang. Meski sempat mereda setelah aparat turun tangan, ketegangan kembali meningkat pada dini hari dan menyebabkan bentrokan lanjutan.

Akibat insiden tersebut, sejumlah korban mengalami luka-luka, termasuk dari pihak kepolisian yang berupaya melerai. Tiga (3) anggota Polri dilaporkan terluka, diantaranya Wakapolres Malra, Kasat Reskrim, serta satu personel Satsamapta. Selain itu, tiga warga juga mengalami luka, dan satu (1) orang dilaporkan meninggal dunia.

Tidak hanya korban jiwa, bentrokan juga menimbulkan kerugian materiil. Sedikitnya tiga unit rumah dilaporkan terbakar, empat (4) rumah mengalami kerusakan berat, serta satu unit Sepeda Motor Roda Dua (SMRD) hangus terbakar. Data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan dilapangan.

Saat ini, aparat keamanan telah melakukan penyekatan untuk memisahkan kedua kelompok yang bertikai guna mencegah bentrokan susulan. Pengamanan juga masih terus dilakukan dilokasi kejadian.

Polda Maluku, menegaskan akan mengedepankan pendekatan persuasif serta penegakan hukum secara profesional. Selain itu, koordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan Pemerintah Daerah (Pemda) terus dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan situasi.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan konflik kepada aparat keamanan. Upaya rekonsiliasi pun tengah diupayakan agar stabilitas keamanan diwilayah tersebut dapat segera pulih. (MRP)

0 Comments:

Posting Komentar

 
Radar Pos © 2015. All Rights Reserved.
Top