RADAR POS, AMBON - Negara Republik Indonesia (RI) terus memperkuat perannya dalam menjaga keamanan nasional diruang digital ditengah meningkatnya tantangan hoaks, disinformasi, dan polarisasi opini publik di Media Sosial (Medsos). Melalui kebijakan komunikasi publik yang terstruktur, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mendorong seluruh personel menjadi bagian dari cooling system nasional guna meredam ketegangan dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Langkah tersebut tercermin dalam arahan Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K. saat memberikan arahan pada Apel Gabungan personel dilapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Senin (09/02/2026).

Dalam arahannya, Kabid Humas menginstruksikan seluruh personel untuk aktif mendukung akun resmi Polri dengan menjadi cooling system diruang digital. Kebijakan tersebut tidak semata bersifat internal, melainkan menjadi bagian dari strategi keamanan digital nasional yang menempatkan informasi akurat sebagai fondasi stabilitas sosial.

Dirinya, menegaskan bahwa setiap anggota Polri adalah representasi institusi, baik diruang publik fisik maupun digital. Karena itu, dukungan terhadap akun resmi Polri dipandang sebagai bentuk tanggungjawab moral dan profesional dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.

"Saya instruksikan seluruh personel Polda Maluku untuk aktif memberikan dukungan berupa like, share, dan comment pada setiap konten yang dipublikasikan melalui akun resmi Humas Polda Maluku maupun akun resmi Polda Maluku," tegas Kombes Rositah.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi penguatan manajemen Media Polri yang sejalan dengan kebijakan nasional transformasi komunikasi publik. Dukungan kolektif personel diyakini mampu mengamplifikasi narasi positif Polri secara masif, sekaligus memperluas jangkauan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat luas.

Lanjut Kabid Humas, merinci tiga (3) tujuan utama kebijakan tersebut yaitu:

Pertama, amplifikasi informasi agar pesan kamtibmas, pelayanan publik, dan capaian kinerja Polri dapat tersampaikan secara cepat dan luas.

Kedua, peningkatan engagement institusi sehingga akun resmi Polri tetap relevan dan muncul dalam arus utama algoritma Medsos.

Ketiga, kontra-narasi hoaks dengan menghadirkan sumber informasi resmi sebagai rujukan utama publik.

"Medsos adalah sarana tercepat Polri melayani masyarakat dalam hal informasi. Jika seluruh personel solid mendukung konten kreatif institusi, maka kepercayaan publik terhadap Polri akan semakin kokoh," ungkap Kombes Rositah.

Langkah Polda Maluku menempatkan personel sebagai cooling system di Medsos mencerminkan pergeseran paradigma pengamanan nasional dari pendekatan fisik menuju pengelolaan ruang digital. Ditengah derasnya arus informasi dan maraknya hoaks, kehadiran Polri yang aktif, terkoordinasi, dan berbasis akun resmi dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas sosial.

Kebijakan ini menegaskan bahwa keamanan nasional di era digital tidak hanya ditentukan oleh patroli dilapangan, tetapi juga oleh kecepatan, akurasi, dan kredibilitas komunikasi publik. Dengan memobilisasi kekuatan internal secara terukur, Polri berupaya memastikan ruang digital tetap sehat, informatif, dan kondusif bagi demokrasi.

Apabila dijalankan secara konsisten dan profesional, strategi tersebut diyakini dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri secara nasional, sekaligus menjadikan Medsos sebagai sarana pelayanan publik yang efektif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (MRP)

0 Comments:

Posting Komentar

 
Radar Pos © 2015. All Rights Reserved.
Top