RADAR POS, AMBON - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas Elpiji (LPG) diwilayahnya tetap dalam kondisi aman, meski situasi geopolitik global tengah memicu kekhawatiran terhadap rantai pasok energi.
Kepastian ini disampaikan setelah adanya koordinasi intensif antara Pemprov Maluku dan PT Pertamina Patra Niaga wilayah Maluku dalam pertemuan yang berlangsung di Kota Ambon, Rabu (25/03/2026). Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya antisipasi terhadap potensi gangguan distribusi energi akibat dinamika global.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku, Kasrul Selang, menegaskan bahwa koordinasi ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Maluku guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Menurutnya, Pemerintah Daerah (Pemda) bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memantau kondisi dilapangan serta menjalin komunikasi aktif dengan pihak Pertamina untuk menjaga stabilitas pasokan.
Dalam pertemuan tersebut, Pertamina memaparkan bahwa stok BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, berada dalam kondisi aman. Selain itu, kesiapan menghadapi lonjakan kebutuhan selama Ramadhan dan Idul Fitri juga telah dilakukan melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) khusus yang beroperasi sejak pertengahan Maret hingga akhir bulan.
Tak hanya fokus pada distribusi rutin, Pertamina juga menyiagakan tim penanganan bencana guna mengantisipasi kondisi darurat. Pengawasan ketat pun dilakukan disetiap hari melalui Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk kewajiban bagi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Pertashop untuk melakukan pengecekan mandiri demi menjaga kualitas dan ketepatan takaran BBM.
Dari sisi distribusi, jaringan penyaluran BBM di Provinsi Maluku disebut telah menjangkau seluruh Ibukota Kabupaten/Kota. Selain mengandalkan terminal utama di Wayame, distribusi juga diperkuat oleh pangkalan disejumlah wilayah seperti Saumlaki, Moa, dan Dobo.
Pasokan energi ke Maluku juga terus dijaga melalui pengiriman rutin kapal tanker ke Depot Wayame, bahkan hampir disetiap hari. Dengan sistem ini, ketahanan stok BBM diwilayah tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan kedepan.
Selain menghadapi Idul Fitri, kesiapan juga telah dilakukan untuk menyambut Hari Raya Paskah, baik dari sisi jumlah maupun kualitas BBM dan LPG.
Meski stok dipastikan aman, pemerintah tetap mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau penimbunan. Warga diminta membeli sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata.
Pemerintah juga mengingatkan para distributor dan pengecer untuk mematuhi standar operasional yang berlaku serta mengutamakan kepentingan masyarakat, terutama selama momentum hari besar keagamaan.
Berdasarkan data per 24 Maret 2026, stok energi di Maluku berada dalam kondisi cukup stabil. Minyak Tanah (Mitan) tercatat memiliki ketahanan hingga 49 hari, Pertalite 51 hari, Solar 14 hari, dan LPG mencapai 116 hari.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis kebutuhan energi masyarakat di Maluku akan tetap terpenuhi, sekaligus menjaga stabilitas ditengah tantangan global yang terus berkembang. (MRP)
0 Comments:
Posting Komentar