RADAR POS, DOBO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru terus mendorong pembangunan berbasis desa dengan meresmikan rumah adat dan kantor desa di tiga (3) wilayah Kecamatan Aru Selatan, yakni Desa Kalar-Kalar, Desa Marafenfen, dan Desa Popjetur, Kamis (09/04/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung program strategis nasional, khususnya dalam bidang ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, serta penguatan ekonomi desa. Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan visi dan misi Bupati, Timotius Kaidel dan Wakil Bupati (Wabup), Muhammad Djumpa Kabupaten Kepulauan Aru dalam mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Peresmian diawali di Desa Kalar-Kalar, yang menjadi lokasi utama kegiatan. Rombongan Bupati Kaidel bertolak dari Dobo sekitar pukul 11.30 WIT menggunakan Speedboat milik Pemkab Aru dan tiba dilokasi sekitar pukul 13.00 WIT. Kedatangan rombongan disambut meriah oleh masyarakat setempat melalui prosesi adat dilaut menggunakan perahu hias, dilanjutkan dengan penyambutan dipesisir pantai, pemasangan selendang, ritual adat, serta tarian tradisional.
Dalam penyampaiannya, pemerintah menegaskan bahwa pembangunan rumah adat bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol jati diri, persatuan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. Rumah adat diharapkan menjadi pusat musyawarah dan pengambilan keputusan adat, sekaligus mempererat tali persaudaraan masyarakat.
Sementara itu, pembangunan kantor desa juga memiliki makna strategis sebagai wujud kehadiran pemerintah ditengah masyarakat. Kantor desa diharapkan menjadi pusat pelayanan publik, ruang diskusi warga, serta tempat lahirnya inovasi dan solusi atas berbagai persoalan di desa.
Usai kegiatan di Desa Kalar-Kalar, rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Marafenfen yang berjarak sekitar 45 menit. Dilokasi kedua ini, Bupati Aru kembali disambut dengan prosesi adat dan tarian tradisional.
Selain peresmian, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan dari Dinas Pertanian (Distan) kepada kelompok tani setempat sebagai bentuk dukungan terhadap disektor pertanian desa.
Sementara itu, agenda "On The Spot" yang direncanakan hingga Desa Popjetur terpaksa dibatasi hanya sampai di Pangkalan Lanudal TNI-AL karena keterbatasan waktu dan kondisi perjalanan yang sudah memasuki malam hari.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Desa Jerol untuk beristirahat sebelum kembali ke Dobo melalui Pelabuhan Jerol, Jumat (10/04/2026), pagi dan tiba dengan selamat sekitar pukul 10.30 WIT.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Komandan Lanudal, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Aru Selatan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme masyarakat. (MRP.ID)
0 Comments:
Posting Komentar