RADAR POS, AMBON - Operasi pencarian terhadap delapan (8) korban tenggelamnya sebuah speedboat diperairan sekitar Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), terus berlanjut. Memasuki hari keenam pencarian, Rabu (17/06/2026), Tim SAR Gabungan kembali memperluas area penyisiran meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon mengungkapkan, upaya pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) yang bergerak disejumlah sektor pencarian yang telah ditentukan.

SRU 1 menggunakan Kapal Patroli KP XVI-2006 milik Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku dengan area pencarian sejauh 63 nautical mile ke arah barat laut dari Pulau Tepa.

Sementara itu, SRU 2 yang menggunakan longboat masyarakat melakukan pencarian hingga 39 nautical mile ke arah barat Pulau Tepa. SRU 3 menggunakan speedboat masyarakat menyisir area sejauh 29 nautical mile, sedangkan SRU 4 dengan longboat masyarakat melakukan pencarian hingga 28 nautical mile ke arah yang sama.

Meski pencarian dilakukan secara intensif sejak pagi hingga sore hari, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan para korban.

Operasi SAR untuk sementara dihentikan pada sore hari dan akan kembali dilanjutkan, Kamis (18/06/2026) atau hari ketujuh pencarian.

Insiden nahas tersebut terjadi, Kamis (11/06/2026) lalu saat sebuah speedboat yang mengangkut 10 penumpang bertolak dari Desa Sinairusi menuju Pulau Tepa.

Dalam perjalanan, kapal mengalami kecelakaan dan tenggelam akibat cuaca buruk disekitar perairan Pulau Dai. Dari total penumpang, dua (2) orang berhasil selamat, sementara delapan lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.

Sejak menerima laporan kejadian, Kantor SAR Ambon segera berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) serta berbagai unsur potensi SAR di Pulau Tepa untuk melaksanakan operasi pencarian.

Cuaca buruk masih menjadi tantangan utama dilapangan. Berdasarkan laporan petugas, kondisi cuaca dilokasi pencarian didominasi awan tebal dengan kecepatan angin berkisar antara 22 knot serta tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Meski demikian, Basarnas Ambon bersama seluruh unsur SAR gabungan berkomitmen untuk terus melakukan pencarian dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan kondisi alam.

Adapun dua penumpang yang berhasil selamat adalah Yakop Anamofa (22) tahun dan Ignasius Matrunkoly (42) tahun. Sementara delapan korban yang masih dalam pencarian yakni, Anton Menahem (40) tahun, Asael Daniel (72) tahun, Yomima Waliana (36) tahun, Regina Unwakolu (33) tahun, Enderfina Siaran (62) tahun, Wulan Kelmury (35) tahun, Yoksan Unawekla (9) tahun, dan Marcelo Unawekla (4) tahun.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, diantaranya Kantor SAR Ambon, Pos SAR Saumlaki, Ditpolairud Polda Maluku, Pos TNI-AL MBD, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten MBD, Koramil Tepa, Polsek Tepa, Kecamatan Babar Barat, Syahbandar Tepa, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tepa, Pemerintah Desa (Pemdes) Sinairusi, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Berbagai armada dan peralatan SAR dikerahkan dalam operasi ini, termasuk Kapal Patroli KP XVI-2006 milik Ditpolairud Polda Maluku, speedboat masyarakat, dan sejumlah longboat milik warga.

Tim SAR Gabungan berharap kondisi cuaca membaik agar proses pencarian dapat berjalan lebih optimal dan seluruh korban segera ditemukan. (MRP)
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

0 Comments:

Posting Komentar

 
Radar Pos © 2015. All Rights Reserved.
Top