RADAR POS, AMBON - Warga Perumahan Bukit Hijau Urimessing (BHU), Dusun Kusu-Kusu Sereh, Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, mempertanyakan realisasi rencana peninjauan lapangan yang sebelumnya dijanjikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon.
Hingga, Selasa (09/06/2026) malam, agenda yang disebut akan dilaksanakan sehari setelah RDP tersebut belum juga terlaksana. Warga mengaku belum menerima informasi resmi terkait alasan penundaan maupun jadwal baru pelaksanaan kunjungan lapangan tersebut.
Ketua RT 007/RW 001 Perumahan BHU, Helmy Sahulata, mengatakan masyarakat sempat menaruh harapan besar setelah Komisi III DPRD Kota Ambon menyatakan kesediaannya untuk turun langsung meninjau kondisi lingkungan perumahan yang selama ini menjadi keluhan warga.
Menurutnya, kunjungan lapangan dinilai penting karena dapat memberikan gambaran nyata kepada DPRD dan instansi teknis mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dikawasan tersebut.
"Warga berharap ada langkah lanjutan setelah RDP. Dengan melihat langsung kondisi dilapangan, berbagai persoalan yang selama ini disampaikan bisa diketahui secara jelas dan objektif," ungkap Helmy.
Ia menjelaskan, sejak pagi hari warga telah menantikan kedatangan rombongan DPRD dan pihak terkait. Namun hingga malam hari, tidak ada tanda-tanda pelaksanaan peninjauan maupun pemberitahuan resmi mengenai perubahan agenda.
Kondisi tersebut membuat warga berupaya mencari kepastian. Sejumlah warga bahkan mencoba menghubungi pihak Komisi III DPRD Kota Ambon untuk menanyakan perkembangan agenda tersebut. Namun hingga malam hari, belum ada penjelasan yang diterima terkait status pelaksanaan kunjungan lapangan.
Helmy, menegaskan bahwa yang menjadi perhatian masyarakat bukan semata-mata soal penundaan kegiatan, melainkan minimnya komunikasi kepada warga yang telah menunggu tindaklanjut hasil RDP.
Menurutnya, masyarakat dapat memahami apabila terdapat kendala teknis atau perubahan jadwal. Namun informasi yang jelas dinilai penting agar tidak menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian ditengah warga.
"Warga hanya membutuhkan kepastian. Jika memang ditunda, sebaiknya ada pemberitahuan sehingga masyarakat tidak terus menunggu tanpa informasi yang jelas," kata Helmy.
Ia menambahkan, selama ini warga BHU telah berulang kali menyampaikan berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah, mulai dari kondisi infrastruktur lingkungan hingga kebutuhan dasar lainnya yang dinilai mendesak untuk ditangani.
Karena itu, masyarakat berharap DPRD Kota Ambon tetap berkomitmen menindaklanjuti hasil RDP yang telah dilaksanakan dan segera menjadwalkan kembali peninjauan lapangan bersama instansi terkait.
Warga juga berharap komunikasi antara DPRD dan masyarakat dapat berjalan lebih baik sehingga setiap agenda yang telah disepakati dalam forum resmi dapat diketahui perkembangannya oleh seluruh pihak yang berkepentingan.
"Bagi warga, yang terpenting adalah adanya langkah nyata dan komunikasi yang terbuka. Kami berharap persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat BHU dapat memperoleh perhatian dan solusi yang konkret," demikian Helmy. (MRP.ID)
0 Comments:
Posting Komentar