RADAR POS, AMBON - Tim SAR Gabungan terus berupaya mencari delapan (8) korban hilang akibat tenggelamnya sebuah speedboat disekitar Perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Memasuki hari keempat operasi pencarian, Senin (15/06/2026), korban belum berhasil ditemukan.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, diantaranya Pos SAR Saumlaki, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten MBD, TNI-Polri, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, serta masyarakat setempat.
Tim SAR Gabungan menggunakan Kapal Patroli KP XVI-2006 milik Ditpolairud Polda Maluku untuk menyisir sejumlah titik pencarian. Tim bertolak dari Desa Namtabung, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) menuju Pulau Tepa dengan jarak tempuh sekitar 89 mil laut.
Setelah menempuh perjalanan panjang, tim tiba diwilayah timur Pulau Babar sekitar pukul 13.33 WIT dan langsung melakukan penyisiran diarea yang diperkirakan menjadi lokasi hanyutnya korban.
Pencarian kemudian diperluas hingga perairan utara Pulau Babar, melintasi sejumlah wilayah pesisir seperti Desa Jatoke, Litoboen, dan Watrupun. Selanjutnya, tim bergerak menuju Pelabuhan Babar untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan seluruh unsur SAR terkait strategi pencarian pada hari kelima.
Pada pukul 17.00 WIT, Tim SAR Gabungan tiba di Desa Tepa dan memutuskan untuk bermalam dilokasi tersebut. Hingga operasi hari keempat ditutup, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan korban yang masih hilang. Operasi pencarian akan kembali dilanjutkan, Selasa (16/06/2026) dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel dilapangan.
Diketahui, insiden nahas ini terjadi, Kamis (11/06/2026) saat speedboat yang mengangkut 10 penumpang berlayar dari Desa Sinairusi menuju Pulau Tepa. Ditengah perjalanan, kapal dilaporkan tenggelam akibat cuaca buruk disekitar Perairan Pulau Dai.
Dari total Sepuluh (10) penumpang, dua (2) orang berhasil selamat, yakni Yakop Anamofa (22) tahun dan Ignasius Matrunkoly (42) tahun. Sementara delapan penumpang lainnya masih dalam pencarian.
Adapun delapan korban yang belum ditemukan masing-masing adalah Anton Menahem (40) tahun, Asael Daniel (72) tahun, Yomima Waliana (36) tahun, Regina Unwakolu (33) tahun, Enderfina Siaran (62) tahun, Wulan Kelmury (35) tahun, Yoksan Unawekla (9) tahun, dan Marcelo Unawekla (4) tahun.
Kendati cuaca pada hari keempat dilaporkan cerah, tim dilapangan masih menghadapi tantangan berupa angin tenggara hingga timur dengan kecepatan mencapai 32 knot dan tinggi gelombang sekitar 2,5 meter. Basarnas Ambon memastikan upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan keselamatan seluruh personel yang terlibat. (MRP)
0 Comments:
Posting Komentar