RADAR POS, AMBON - Upaya pencarian delapan korban yang masih hilang akibat tenggelamnya sebuah speed boat berpenumpang 10 orang di sekitar Perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), kembali menghadapi kendala cuaca buruk pada hari ketiga operasi pencarian dan pertolongan (SAR), Minggu (14/06/2026).
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon melaporkan bahwa kondisi cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi membuat tim SAR gabungan belum dapat menjangkau lokasi pencarian secara optimal.
Sejak pagi hari, Basarnas Ambon terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Camat Babar dan Pos SAR Saumlaki, guna menyusun strategi pencarian lanjutan. Rencana awalnya, masyarakat setempat akan membantu pencarian menggunakan speedboat dan longboat sambil memantau perkembangan cuaca disekitar Perairan Pulau Dai dan Pulau Tepa.
Disisi lain, Pos SAR Saumlaki bersama unsur SAR gabungan bergerak menggunakan Kapal Patroli KP XVI-2006 milik Direktorat Polairud Polda Maluku dari Saumlaki menuju Pulau Tepa, Kabupaten MBD. Namun, perjalanan yang menempuh jarak sekitar 103 mil laut tersebut tidak berjalan sesuai rencana.
Saat kapal berada sekitar 25 mil laut dari Saumlaki, cuaca memburuk dengan gelombang tinggi dan angin kencang sehingga tim memutuskan menghentikan pelayaran demi keselamatan personel. Tim SAR gabungan kemudian berlindung dan bermalam di Desa Namtabung, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).
Tidak hanya tim SAR, masyarakat yang sebelumnya berencana melakukan pencarian mandiri juga terpaksa membatalkan keberangkatan. Informasi dari Camat Babar menyebutkan bahwa kondisi gelombang disekitar Perairan Pulau Tepa sangat berbahaya sehingga aktivitas pencarian menggunakan speedboat tidak memungkinkan untuk dilakukan.
Dengan kondisi tersebut, operasi SAR hari ketiga dihentikan sementara dan akan kembali dilanjutkan, Senin besok (15/06/2026) atau hari keempat pencarian, dengan tetap mempertimbangkan faktor keselamatan serta perkembangan cuaca dilapangan.
Hingga saat ini, dua penumpang berhasil ditemukan selamat, yakni Yakop Anamofa (22) tahun dan Ignasius Matrunkoly (42) tahun. Sementara delapan korban lainnya masih dalam pencarian, yaitu Anton Menahem (40) tahun, Asael Daniel (72) tahun, Yomima Waliana (36) tahun, Regina Unwakolu (33) tahun, Enderfina Siaran (62) tahun, Wulan Kelmury (35) tahun, Yoksan Unawekla (9) tahun, dan Marcelo Unawekla (4) tahun.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, diantaranya Kantor SAR Ambon, Pos SAR Saumlaki, Ditpolairud Polda Maluku, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten MBD, Koramil Tepa, Polsek Tepa, Pemerintah Kecamatan Babar Barat, Syahbandar Tepa, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tepa, Pemerintah Desa (PemDes), tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Berdasarkan laporan dilapangan, cuaca saat ini didominasi awan tebal dengan angin dari arah tenggara hingga timur berkecepatan mencapai 32 knot dan tinggi gelombang sekitar 2,5 meter, sehingga menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan pencarian para korban. (MRP)
0 Comments:
Posting Komentar