RADAR POS, AMBON - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memperkuat dukungan terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) serta pelaku usaha disektor kelautan dan perikanan. Langkah tersebut ditandai dengan peluncuran Bridge dan Engine Simulator serta peresmian 16 Klinik Halal di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon, Desa Poka, Jumat (21/08/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena, yang menilai keberadaan fasilitas simulator menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi masyarakat, khususnya awak kapal dan pelaku usaha kelautan serta perikanan.
Menurut Walikota, potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki Maluku sangat besar dan dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah apabila dikelola dengan SDM yang memiliki keterampilan memadai.
"Potensi disektor kelautan dan perikanan sangat besar untuk menjadi kekuatan ekonomi di Maluku. Karena itu, masyarakat harus dibekali kemampuan untuk mengelola sekaligus meningkatkan nilai tambah dari potensi yang kita miliki," ucap Wattimena.
Ia menjelaskan, peningkatan kualitas SDM tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis, tetapi juga perlu dibarengi dengan penguatan kapasitas pelaku usaha dalam memenuhi standar produk yang dibutuhkan pasar.
Dalam konteks tersebut, peresmian 16 Klinik Halal dinilai dapat memberikan manfaat langsung bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), terutama yang masih menghadapi kendala dalam memperoleh informasi dan pendampingan terkait sertifikasi halal.
Walikota, berharap klinik tersebut dapat menjadi ruang konsultasi sekaligus pusat pendampingan bagi pelaku usaha agar lebih mudah memahami tahapan dan persyaratan sertifikasi halal.
"Ini diharapkan menjadi rumah konsultasi dan pendampingan bagi pelaku usaha untuk memahami serta memenuhi proses sertifikasi halal," ujar Wattimena.
Pada kegiatan yang sama, sebanyak 84 penyuluh kelautan dan perikanan dikukuhkan sebagai pendamping proses produksi untuk wilayah Indonesia Timur.
Keberadaan para pendamping tersebut diharapkan mampu membangun sistem pendampingan yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, proses produksi, hingga pemenuhan ketentuan kehalalan produk.
Wattimena menegaskan, penguatan kapasitas dan pendampingan usaha merupakan bagian penting dalam mendorong produk-produk unggulan Maluku agar tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal, tetapi juga dapat menembus pasar yang lebih luas.
Pemkot Ambon, lanjutnya, siap memperkuat sinergi melalui fasilitasi sertifikasi halal, pendampingan bagi pelaku usaha, serta dukungan terhadap pembukaan akses pasar.
"Sinergi antara peningkatan kompetensi dan pendampingan ini diharapkan memberikan dampak nyata dalam upaya membangun Maluku dan Indonesia," demikian Walikota. (MRP.ID)
0 Comments:
Posting Komentar