RADAR POS, AMBON - PT Pegadaian Area Ambon menggelar Media Gathering Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat literasi keuangan masyarakat, khususnya terkait investasi emas digital. Kegiatan ini bertempat di The Gade Coffee, Kamis (05/02/2026), dan dihadiri jajaran pimpinan Pegadaian serta Insan pers di Kota Ambon.

Dalam penyampaiannya, Pemimpin Wilayah VI Makassar, Pratikno mengapresiasi peran Media yang selama ini mendukung kinerja Pegadaian diwilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Barat (Sulbar), Sulawesi Tenggara (Sulteng), hingga Provinsi Maluku. Ia menegaskan pentingnya sinergi berkelanjutan antara Pegadaian dan Media.

"Ini kunjungan pertama saya ke Kota Ambon untuk Bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan diri. Kami berharap dukungan dan kerjasama dengan rekan-rekan media dapat terus terjalin kedepan," ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, keterbatasan jumlah Outlet fisik disejumlah wilayah mendorong Pegadaian untuk terus mengembangkan layanan digital melalui aplikasi Tring by Pegadaian. Melalui aplikasi tersebut, layanan Pegadaian dapat diakses secara lebih luas dan inklusif oleh masyarakat.

"Pelayanan Pegadaian tidak hanya melalui Outlet, tetapi juga bisa diakses secara Online agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat," ucapnya.

Pemimpin Wilayah VI Makassar, juga memaparkan kinerja positif Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) Sulsel - Sulbar - Maluku sepanjang tahun 2025. Diantaranya pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar Rp.40,9 Triliun kepada 2,2 juta nasabah, Tabungan Emas dengan hampir 900 ribu nasabah, Deposito Emas sekitar 126 ribu gram, serta Cicil Emas Batangan sebesar 874.150 gram dengan Outstanding mencapai Rp.1,5 Triliun.

"Khusus wilayah Maluku, minat masyarakat terhadap produk Emas Pegadaian, baik Tabungan Emas maupun Cicil Emas, tergolong tinggi," ujarnya.

Menanggapi isu global terkait Platform Investasi Emas digital luar negeri, Pratikno menegaskan bahwa seluruh produk emas Pegadaian memiliki emas fisik sebagai Underlying Asset dengan rasio 1:1, baik untuk transaksi digital maupun fisik.

Terkait keterlambatan distribusi Emas fisik yang sempat terjadi, lanjut ia menjelaskan hal tersebut dipicu lonjakan permintaan hingga lima (5) kali lipat sejak Oktober Tahun 2025, sementara pabrik Emas di Jakarta tengah melakukan peningkatan kapasitas produksi.

"Kami pastikan seluruh pesanan masyarakat sebelum 28 Februari akan terdistribusi dengan baik," terangnya.

Sebagai bagian dari edukasi publik, Pegadaian juga mengingatkan lima hal penting sebelum memilih Platform Investasi Emas, yakni legalitas dan pengawasan regulator Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), jaminan Emas fisik, transparansi harga, likuiditas, serta keamanan aplikasi termasuk penggunaan Two-factor authentication.

Selain itu, Pegadaian turut memperkenalkan produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) Fleksi yang memberikan kemudahan pembayaran bagi pelaku usaha disektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

"Petani dan pembudidaya bisa menunda pembayaran hingga masa panen. Ini sangat membantu usaha produktif masyarakat," katanya.

Menutup kegiatan ini, Pemimpin Wilayah VI Makassar, berharap kemitraan antara Pegadaian dan Media Massa di Kota Ambon terus diperkuat melalui komunikasi yang baik dan peningkatan literasi keuangan.

"Kami sangat mengharapkan dukungan Media agar informasi layanan Pegadaian tersampaikan secara luas dan tepat sasaran kepada masyarakat," pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yaitu, Pemimpin Wilayah VI Pegadaian Makassar, Pratikno, Deputi Bisnis Pegadaian Area Ambon, Hardsal Rahman, bersama staf Pegadaian Area Ambon dan perwakilan media lokal. (MRP.ID)

0 Comments:

Posting Komentar

 
Radar Pos © 2015. All Rights Reserved.
Top