RADAR POS, DOBO - Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Kepulauan Aru, Mohammad Djumpa, melepas 10 santri dan mahasantri Yayasan Cahaya Timur Nusantara yang akan melanjutkan pendidikan pada tahun 2026.
Prosesi pelepasan berlangsung dilantai II Gedung Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kepulauan Aru, Rabu (09/09/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mengembangkan ilmu, akhlak dan kepedulian sosial.
Dalam arahannya, Wabup Kepulauan Aru memberikan sejumlah pesan kepada para santri agar tidak hanya mengejar keberhasilan akademik, tetapi juga mampu menjadi generasi yang memiliki karakter kuat dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Ia menekankan pentingnya menempatkan nilai kemanusiaan sebagai bagian dari proses menuntut ilmu. Menurutnya, pendidikan yang diperoleh para santri harus bermuara pada pembentukan akhlak dan kemampuan untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
Memasuki era digital, para santri juga didorong untuk mengambil peran lebih luas. Mereka diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, menciptakan inovasi sosial, mengembangkan kewirausahaan yang beretika, serta ikut menjaga lingkungan.
Selain itu, para santri diminta menjadi generasi yang mampu merawat keberagaman. Ditengah maraknya konflik identitas dan ujaran kebencian, mereka diharapkan dapat mengedepankan sikap toleran, menghormati perbedaan dan membangun komunikasi lintas agama maupun budaya.
Pesan lainnya berkaitan dengan persatuan bangsa. Para santri diminta tetap berpegang pada nilai agama dan budaya dalam menghadapi berbagai perkembangan zaman, sekaligus meningkatkan kesadaran kritis terhadap berbagai paham yang dapat mengancam persatuan, termasuk radikalisme.
Yang tidak kalah penting, Wabup Aru mengingatkan para santri untuk mengedepankan adab dalam menuntut ilmu.
"Orang beradab sudah tentu berilmu, tapi orang berilmu belum tentu beradab," pesannya.
Ia juga mengingatkan agar para santri tetap konsisten menjalankan ibadah, terutama salat lima waktu dan membaca Al-Qur'an. Ukhuwah, akhlakul karimah dan nama baik lembaga pendidikan juga diminta terus dijaga selama mereka menempuh pendidikan ditempat masing-masing.
Menurutnya, keberhasilan para santri nantinya bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama baik orang tua, keluarga dan Yayasan Cahaya Timur Nusantara.
Pada kesempatan itu, Wabup turut menyampaikan apresiasi kepada pimpinan yayasan, pengurus serta para tenaga pengajar yang selama ini berkontribusi dalam membangun pendidikan generasi muda di Kepulauan Aru.
Ia berharap para santri yang dilepas dapat tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri dan mampu menjadi agen perubahan bagi masyarakat.
Sebanyak 10 santri dan mahasantri yang dilepas terdiri dari empat orang pada jenjang Mahasiswa/mahasantri dan enam orang jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Komposisinya terdiri dari lima laki-laki dan lima perempuan.
Mereka adalah yaitu: Mohlid Selfara, Jumadi Basoetan, Sumi Nomay, Afifah Nomay, Balgis Gamarborbir, Califa Daeng Matally, Usman Humanjini, Fatimah Baun, Fahrian Teguh Nurhamsyah dan Hairul Azzam Latukau.
Pelepasan tersebut diharapkan menjadi awal perjalanan baru bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan dengan membawa bekal keislaman, kebangsaan dan kepedulian sosial yang telah ditanamkan selama berada di Yayasan Cahaya Timur Nusantara.
Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan tidak hanya berhasil dalam pendidikan, tetapi juga mampu kembali memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan Kepulauan Aru dimasa mendatang.
Perlu diketahui, sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut menghadiri kegiatan tersebut, diantaranya Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Aru, Ahmad Kabir Prakon, Asisten Sekretaris Daerah, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kepulauan Aru, unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta para pimpinan umat beragama. Hadir pula jajaran pimpinan dan pengurus Yayasan Cahaya Timur Nusantara, para imam, Ta'mir masjid, Alim ulama, serta Orang tua dan Wali santri. (MRP.ID)
0 Comments:
Posting Komentar