RADAR POS, AMBON - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku menegaskan hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi terkait kebenaran dugaan peredaran telur palsu yang ditemukan di Pulau Ay, Kecamatan Banda Naira, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). Kepastian terkait dugaan tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium dari instansi berwenang.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, kepada Awak Media diruang kerjanya, Rabu (28/01/2026).
Menurut Umasugi, peristiwa penemuan telur yang diduga palsu itu sebenarnya terjadi pada pertengahan Januari 2026 dan mulai diketahui publik setelah viral di Media Sosial (Medsos). Informasi awal diterima pihak kepolisian pada 18 Januari 2026.
"Memang kejadiannya sudah beberapa waktu lalu. Setelah informasi tersebut viral, langsung ditindaklanjuti oleh Bhabinkamtibmas di Pulau Ay," ungkap Kabid Humas.
Berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan, telur tersebut ditemukan, Sabtu (17/01/2026). Saat kegiatan tahlilan keluarga besar di Pulau Ay. Namun demikian, asal-usul telur belum dapat dipastikan karena merupakan bagian dari bantuan yang diberikan oleh pihak yang menggelar kegiatan penelitian.
Menindaklanjuti temuan itu, Polsek Banda Naira berkoordinasi dengan Puskesmas Kepulauan Ay. Sampel telur kemudian dikirim ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banda sebelum diteruskan ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ambon untuk dilakukan uji laboratorium.
"Hasil pemeriksaan laboratorium sampai saat ini belum keluar. Saya sudah mengonfirmasi langsung ke Kapolsek Banda dan kita masih menunggu hasil resmi dari BPOM," jelas Kabid Humas.
Umasugi menegaskan, penilaian apakah telur tersebut palsu atau tidak sepenuhnya bergantung pada hasil uji laboratorium, bukan pada asumsi maupun informasi yang berkembang di Medsos.
Polda Maluku juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Kami mengajak masyarakat untuk bijak menggunakan Medsos. Setiap informasi yang diterima sebaiknya dicek terlebih dahulu kebenarannya sebelum dibagikan, agar tidak menimbulkan keresahan dan gangguan kamtibmas," tegas Kabid Humas.
Dirinya menambahkan, apabila terdapat perkembangan terbaru terkait hasil uji laboratorium atau temuan lanjutan dilapangan, pihak kepolisian akan menyampaikannya secara resmi kepada publik.
"Untuk saat ini, yang sedang diperiksa di BPOM Ambon adalah sampel telur dari kejadian awal pada 17 Januari 2026. Informasi lainnya masih akan kami cek," demikian Kabid Humas. (MRP)
0 Comments:
Posting Komentar