RADAR POS, DOBO - Munculnya sejumlah titik panas atau hotspot diwilayah Kabupaten Kepulauan Aru menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kondisi tersebut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seiring memasuki musim kemarau.
Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan Karhutla diruang kerja Kantor Bupati, Rabu (16/09/2026). Rakor dipimpin langsung Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Timotius Kaidel dan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam rakor itu, Pemkab Kepulauan Aru menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla. Salah satunya melalui penetapan status kedaruratan taknis agar penanganan dilapangan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.
Pemkab Aru juga akan mengimplementasikan Instruksi Presiden Republik Indonesia (RI) Nomor 11 Tahun 2026 dengan membentuk posko bersama penanggulangan Karhutla. Posko tersebut nantinya melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa.
Selain kesiapan personel, ketersediaan air menjadi perhatian utama. Pemkab Aru mulai menyiapkan cadangan air untuk mendukung kebutuhan pemadaman apabila terjadi kebakaran.
Bupati Kaidel, meminta para pengusaha air tawar di Kota Dobo ikut mendukung kesiapan tersebut dengan memastikan pasokan air dapat dimobilisasi untuk armada pemadam ketika dibutuhkan.
Bupati Aru juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak munculnya potensi awal agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
"Kita harus mencegah Karhutla sejak dini. Jangan ada lagi pembakaran lahan, karena dampaknya dapat meluas dan membahayakan masyarakat," tegas Bupati.
Kesiapsiagaan menghadapi Karhutla turut diperkuat jajaran TNI-Polri. Danlanal Aru, Letkol Laut (P) Erwin Dwi Febrianto menyatakan kesiapan personelnya untuk mendukung langkah pemerintah daerah.
Lanal Aru akan mengerahkan personel tanggap darurat gabungan, unsur intelijen serta Posal jajaran untuk memperkuat pemantauan dan deteksi dini terhadap potensi kebakaran.
Upaya pencegahan juga dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat, khususnya masyarakat pesisir dan nelayan, agar tidak menggunakan cara pembakaran vegetasi dalam membuka lahan.
Sementara itu, Polres Kepulauan Aru bersama personel Lanal Aru dan Yonif TP 912/Satria Jargaria disiapkan untuk mendukung pengamanan serta pemadaman bersama apabila terjadi kebakaran.
BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga telah memetakan sejumlah wilayah yang dinilai rawan Karhutla. Pemetaan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah dan aparat menentukan prioritas pengawasan sekaligus mempercepat respons ketika ditemukan titik api.
Dukungan terhadap kesiapsiagaan Karhutla juga datang dari para pengusaha air tawar di Kota Dobo. Mereka menyatakan kesediaan menyediakan cadangan air dari sumur bor dan menyiapkan truk tangki swasta yang dapat dikerahkan ke lokasi kebakaran.
Namun, para pengusaha meminta pemerintah menetapkan titik-titik posko pengisian air. Penentuan lokasi tersebut dinilai penting agar proses pengisian dan distribusi air untuk pemadaman dapat berjalan teratur tanpa mengganggu kebutuhan air bersih masyarakat.
Pemkab Kepulauan Aru kini berupaya membangun pola penanganan Karhutla yang tidak hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah membesar. Pencegahan, pemantauan, kesiapan personel, posko bersama serta ketersediaan air menjadi bagian dari strategi menghadapi ancaman kebakaran.
Kesiapan tersebut dinilai penting mengingat sarana dan prasarana pemadam kebakaran di Dobo masih terbatas. Karena itu, kecepatan mendeteksi dan menangani setiap titik api menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah kebakaran meluas.
Perlu diketahui, sejumlah pihak hadir dalam pertemuan tersebut, diantaranya, Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, Kabag Ops Polres Kepulauan Aru, AKP Obed Nego Reimialy yang mewakili Kapolres, Danlanal Aru, Letkol Laut (P) Erwin Dwi Febrianto, Danyonif TP 912/Satria Jargaria, Mayor Inf. Desta Dwi Hartanto, BPBD, DLH, serta para pengusaha air tawar se-Kota Dobo. (MRP.ID)
0 Comments:
Posting Komentar